Pada aroma tak asing yang melewati hidungku
Aku menghentikan jejak langkahku dan melihat ke belakang
Tidak tahu apakah aku menangis atau tersenyum
Aku hanya melihat kosong
Aku tersenyum, aku takut kalau hatiku yang sakit diketahui
Aku sungguh-sungguh berharap dan berdoa
Jika kau bisa mendengar hatiku
Aku sedang memanggil kenangan panjang
Jika kau kembali kepadaku
Aku merindukanmu, aku merindukanmu
Apakah aku bisa tersenyum di akhir penantian ini?
Cahaya semakin kecil dengan angin yang berlalu
Sebuah janji tanpa janji kau kembali
Aku takut itu akan terlupakan dengan cucuran air mata
Aku memanggilmu, tanpa henti memanggilmu
Aku sungguh-sungguh berharap dan berdoa
Jika kau bisa mendengar hatiku
Aku sedang memanggil kenangan panjang
Jika kau kembali kepadaku
Aku merindukanmu, aku merindukanmu
Desah nafas menyedihkanku kian menjauh
Apakah itu akan sampai ke hatimu?
Bila kenangan yang tersisa menjadi pudar
Maukah kau kembali padaku?
Aku merindukanmu, aku merindukanmu






0 Comments:
Post a Comment