saat pertama kali kau datang ke dunia
mereka bilang bahwasanya nasib mengikat tangan kita
dengan benang merah untuk menghubungkan kita
dimanapun kau berada
aku bisa menemukanmu
sebuah benang merah mengikat tangan kita
untuk menghubungkan kita
pipiku yang basah dengan air mata
baahkan saat kau membelainya
tanganmu yang lain masih memegang pedang
lalu kau menghilang lagi
hari-hari kita yang mempesona hancur berantakan
masuk dalam kegelapan yang takkan pernah kembali
menyeka darah dari wajah bersihmu
seolah-olah semuanya kan menghilang
aku selalu takut
aku tak bisa berbuat apa-apa
bahkan saat kau mencium suaraku yang penuh luka
pada akhirnya, aku tak disana
menghilang kembali
hari-hari berhargakita yang kian menjauh
masuk dalam kegelapan yang takkan pernah kembali
hari-hari kita yang mempesona hancur berantakan
masuk dalam kegelapan yang takkan pernah kembali
kau tlah mati untuk dunia ini
aku tlah kehilanganmu
aku tak bisa kembali
aku tak bisa kembali lagi
menyeka darah dari wajah bersihmu
mereka bilang bahwasanya nasib mengikat tangan kita
dengan benang merah untuk menghubungkan kita
dimanapun kau berada
aku bisa menemukanmu
sebuah benang merah mengikat tangan kita
untuk menghubungkan kita
pipiku yang basah dengan air mata
baahkan saat kau membelainya
tanganmu yang lain masih memegang pedang
lalu kau menghilang lagi
hari-hari kita yang mempesona hancur berantakan
masuk dalam kegelapan yang takkan pernah kembali
menyeka darah dari wajah bersihmu
seolah-olah semuanya kan menghilang
aku selalu takut
aku tak bisa berbuat apa-apa
bahkan saat kau mencium suaraku yang penuh luka
pada akhirnya, aku tak disana
menghilang kembali
hari-hari berhargakita yang kian menjauh
masuk dalam kegelapan yang takkan pernah kembali
hari-hari kita yang mempesona hancur berantakan
masuk dalam kegelapan yang takkan pernah kembali
kau tlah mati untuk dunia ini
aku tlah kehilanganmu
aku tak bisa kembali
aku tak bisa kembali lagi
menyeka darah dari wajah bersihmu






0 Comments:
Post a Comment