bukalah pintu, peganglah sumber cahaya
saat kegelapan yang kelam datang
begitu gelap sampai kau tak bisa melihat ke depan
semua orang ke luar menuju jalan
buka mulutmu satu per satu
ayo bernyanyi dengan keras
ketika ada teriakan kemarahan
ketuklah pintu yang tertutup rapat
saat mahkota yang bersinar berkarat
dan tergeletak di tanah
sebuah hari yang baru akan datang, sebuah hari yang baru akan datang
sebuah hari yang baru akan datang
jatuh di belakang kaki kita
diwarnai dengan air mata
rusak dengan pedang
terjebak dalam sebuah dinding
bukalah pintu, peganglah sumber cahaya
saat kegelapan yang kelam datang
begitu gelap sampai kau tak bisa melihat ke depan
semua orang ke luar menuju jalan
buka mulutmu satu per satu
ayo bernyanyi dengan keras
ketika ada teriakan kemarahan
ketuklah pintu yang tertutup rapat
saat mahkota yang bersinar berkarat
dan tergeletak di tanah
sebuah hari yang baru akan datang, sebuah hari yang baru akan datang
sebuah hari yang baru akan datang
hari kita yang baru
jatuh di belakang kaki kita, dalam air mata kita
saat kegelapan yang kelam datang
begitu gelap sampai kau tak bisa melihat ke depan
semua orang ke luar menuju jalan
buka mulutmu satu per satu
ayo bernyanyi dengan keras
ketika ada teriakan kemarahan
ketuklah pintu yang tertutup rapat
saat mahkota yang bersinar berkarat
dan tergeletak di tanah
sebuah hari yang baru akan datang, sebuah hari yang baru akan datang
sebuah hari yang baru akan datang
jatuh di belakang kaki kita
diwarnai dengan air mata
rusak dengan pedang
terjebak dalam sebuah dinding
bukalah pintu, peganglah sumber cahaya
saat kegelapan yang kelam datang
begitu gelap sampai kau tak bisa melihat ke depan
semua orang ke luar menuju jalan
buka mulutmu satu per satu
ayo bernyanyi dengan keras
ketika ada teriakan kemarahan
ketuklah pintu yang tertutup rapat
saat mahkota yang bersinar berkarat
dan tergeletak di tanah
sebuah hari yang baru akan datang, sebuah hari yang baru akan datang
sebuah hari yang baru akan datang
hari kita yang baru
jatuh di belakang kaki kita, dalam air mata kita






0 Comments:
Post a Comment