Oh aku mohon
Aku mohon lihatlah aku, aku ada tepat di hadapanmu
Oh aku mohon
Aku mohon katakanlah sesuatu, apa saja
Kau menghapusku, sekarang aku sudah tak ada lagi
Aku memudar darimu
Aku bisa melihatnya di matamu
Bahwa aku sudah tak ada
Hanya ada layar ponsel
Dari apa yang aku lihat
Kau sudah tak mencintaiku lagi
Itu sudah tak seperti dulu lagi
Sayang, aku mohon jangan pergi
Tak apa-apa meski menyakitiku
Setidaknya di kepalaku
Apakah kau lebih suka sakit kepala?
Setidaknya aku bisa merasakanmu
Itu benar-benar tak apa-apa
Bisakah kau marah dan mengutuk?
Supaya aku bisa merasakanmu
Pertama, kau mulai sedikit bicara dari sebelumnya
Bahkan SMSmu semakin pendek
Ekspresimu mulai menghilang
Apakah kau bahagia atau sedih
Aku tak tahu
Sayang, jadilah sakit kepalaku
Tak apa-apa meski menyakitiku
Setidaknya di kepalaku
Apakah kau lebih suka sakit kepala?
Setidaknya aku bisa merasakanmu
Itu benar-benar tak apa-apa
Bisakah kau marah dan mengutuk?
Supaya aku bisa merasakanmu
Sayang, aku di sini
Kenapa kau tak melihatku?
Sayang, apa aku tampak aneh?
Kenapa kau terus menghindariku?
Aku mohon ucapkanlah sepatah kata saja
Aku mohon singkirkan rasa sakitku, atau
Aku mohon beri aku rasa sakit
Tak apa-apa meski menyakitiku
Setidaknya di kepalaku
Apakah kau lebih suka sakit kepala?
Setidaknya aku bisa merasakanmu
Itu benar-benar tak apa-apa
Bisakah kau marah dan mengutuk?
Supaya aku bisa merasakanmu






0 Comments:
Post a Comment