Sedih, dingin dan indah
Seberkas cahaya dingin dari isyarat cahaya untukku
Siang dan malam, tak bisa tidur
Sepanjang hari, dengan mata terbuka, bulan menangis
Seberapa lama lagi aku harus menangis supaya bisa tertidur?
Di manakah itu yang memanggilku?
Kau datang padaku dan aku berteriak
Namun mata yang dingin menatap ke arahku
Aku mencoba berlari sampai kehabisan nafas
Namun kau tumbuh semakin besar
Dan kau kembali menelanku
Aku mencoba menutupi telingaku
Namun teriakan lembut ini masih terus memasukinya
Hari demi hari, aku mencoba menutupi mataku
Namun matamu yang sedih terus meresap
Berapa banyak lagi aku harus terluka
Kau meresap ke dalam hatiku
Aku mencoba melarikan diri darimu
Namun aku terjebak dalam jeratmu
Semakin aku memohon untuk dilepaskan
Senyummu menjadi semakin pekat
Suaramu membuatku mati lemas
Aku tak bisa bernapas
Semakin aku mengumpulkan serpihan-serpihan yang hancur
Aku tak bisa bertahan lagi
Kau selalu menyinariku
Bulan yang menangis sedih dalam kegelapan
Aku mencoba melarikan diri darimu
Namun aku terjebak dalam jeratmu
Semakin aku memohon untuk dilepaskan
Senyummu menjadi semakin pekat
Suaramu membuatku mati lemas
Aku tak bisa bernapas
Semakin aku mengumpulkan serpihan-serpihan yang hancur
Aku tak bisa bertahan lagi
Begitulah diriku
Bulan yang menangis sedih sepanjang hari






0 Comments:
Post a Comment