Bahkan burung-burungpun kembali
Dan petangpun menjelang
Seolah di desak kegelapan
Semuanya kembali pulang
Dalam hati yang terkejut
Bahkan kehangatanpun sirna
Itu bergema dalam kesendirianku
Kemanakah aku harus pergi?
Kemanakah aku harus mencarimu?
Dimanakah kita? Dimanakah aku?
Kemanakah kita harus pergi?
Meski ku mencoba mengetuknya
Itu tetap tak terbuka
Aku bahkan mencoba tuk mengetuknya lagi
Cinta yang tertutup rapat
Kuncinya yang tak bisa ku raih
Dimanakah tersembunyinya itu?
Tidakkah itu ada di hatimu yang kesal?
Jika aku maju selangkah lagi, akankah kau melihatnya?
Jika aku maju selangkah lagi, akankah kau menemukannya?
Dimanakah kita? Dimanakah aku?
Haruskah kita pergi?
Jika aku pergi, akankah kita berjumpa?
Jika aku pergi, akankah kau berhenti?
Menoleh ke belakang, bahkan jika aku mencoba menoleh
Itu kembali di tempat itu
Aku menghanyutkan kedua tanganku dalam desah napas kecilku
Aku menghanyutkan hatiku dalam tangis air mata lirihku
Mungkinkah aku bisa kembali lagi kesana?
Itu menggema dalam kesendirian
Jika aku maju selangkah lagi, akankah kau melihatnya?
Jika aku maju selangkah lagi, akankah kau menemukannya?
Dimanakah kita? Dimanakah aku?
Haruskah kita pergi?
Jika aku pergi, akankah kita berjumpa?
Jika aku pergi, akankah kau berhenti?
Menoleh ke belakang, bahkan jika aku mencoba menoleh
Itu kembali di tempat itu






0 Comments:
Post a Comment