Hatiku berdebar-debar, sudah sejak lama
Bahkan tak ada yang lain, itu karena dirimu
Sementara itu, aku
Berada dalam kebiasaan, sepertinya aku tak tahu itu
Aku tak tahu ku ada tepat di hadapanku
Hanya dengan melihatmu hatiku terus berdebar
Perasanku terus terasa aneh
Tiba-tiba saja semuanya terasa menggangguku
kau terlihat begitu istimewa
Bibir kecilmu, hidungmu, tampak meringis saat kau tersenyum.
Semuanya terlihat cantik, kenapa seperti itu?
Senyum cerahmu terlihat begitu cantik.
Kenapa kau tak tahu itu? Seperti itulah dirimu.
Hanya dengan melihatmu hatiku terus berdebar
Perasanku terus terasa aneh
Tiba-tiba saja semuanya terasa menggangguku
kau terlihat begitu istimewa
Bibir kecilmu, hidungmu, tampak meringis saat kau tersenyum.
Semuanya terlihat cantik, kenapa seperti itu?
Senyum cerahmu terlihat begitu cantik.
Kenapa kau tak tahu itu? Seperti itulah dirimu.
Aku terus menyukaimu.
Aku tak bisa menahannya.
Maukah kau menerimaku?
Bibir kecilmu, hidungmu, tampak meringis saat kau tersenyum.
Semuanya terlihat cantik, kenapa seperti itu?
Senyum cerahmu terlihat begitu cantik.
Kenapa kau tak tahu itu? Seperti itulah dirimu.
Bibir kecilmu, hidungmu, tampak meringis saat kau tersenyum.
Semuanya terlihat cantik, kenapa seperti itu?
Senyum cerahmu terlihat begitu cantik.
Kenapa kau tak tahu itu? Seperti itulah dirimu.
Hatiku berdebar-debar, sudah sejak lama
Bahkan tak ada yang lain, itu karena dirimu






0 Comments:
Post a Comment