Malam yang tanpa tidur
Sungguh malam yang sepi
Matahari terbenam dan bulan menerangi malam
Dalam kenanganmu, aku tak bisa tidur
Meski ku menutup mata, aku terus memikirkanmu
Kau meresap jauh ke dalam lubuk hatiku
Aku bahkan masih terdiam di sudut kamarku
Jejakmu mewarnai kenanganku
Aku tak bisa terlepas darinya
Malam semakin dalam
Hanya rasa sakit yang terus tumbuh oh oh
Woo sayang oh
Aku benci bahwa aku mencintaimu
Mungkin kau sudah melupakan semuanya, namun
Kau tak pernah tahu
Ukuran perpisahannya berbeda dari dirimu
Itu takkan terlupakan sebaik seperti yang kau pikirkan
Aku tak bisa terlepas dari belenggu masa lalu
Hari inipun saat kenangan itu muncul
Aku membayangkanmu
Itu sungguh malam yang sepi
Aku membencimu, dan lagi malam menjadi semakin panjang
Itu sungguh malam yang sepi
Aku tak bisa tidur, setiap malam seperti ini oh
Hari berlalu
Bahkan meski esok pagi yang cerah datang
Itu sungguh malam yang sepi
Aku bahkan masih merindukanmu
Merindukanmu, sayang
Dalam pikiranmu, malam semakin gelap
Lagi, aku menyalakan lampu seorang diri
Meski mabuk, aku terus memikirkanmu
Kau membasahi lubuk hatiku
Aku bahkan masih tersayat begitu dalam
Kau meresap ke dalamnya
Aku tak bisa terlepas dari jalanmu
Malam semakin dalam
Hanya luka yang kian menganga oh oh
Woo sayang oh
Aku benci bahwa aku mencintaimu
Mungkin kau sudah melupakan semuanya, namun
Kau tak pernah tahu
Ukuran perpisahannya berbeda dari dirimu
Itu takkan terlupakan sebaik seperti yang kau pikirkan
Aku tak bisa terlepas dari belenggu masa lalu
Hari inipun saat kenangan itu muncul
Aku membayangkanmu
Itu sungguh malam yang sepi
Aku membencimu, dan lagi malam menjadi semakin panjang
Itu sungguh malam yang sepi
Aku tak bisa tidur, setiap malam seperti ini oh
Hari berlalu
Bahkan meski esok pagi yang cerah datang
Itu sungguh malam yang sepi
Aku bahkan masih merindukanmu
Merindukanmu, sayang
Itu lebih menyakitkan daripada saat perpisahan
Kau berbalik tuk terakhir kalinya, itu sungguh kejam
Kata-kata itu sungguh membunuhku
Jika waktu berlalu, akankah semua itu terhapus?
Apakah itu kan baik-baik saja?
Itu sungguh malam yang sepi
Aku membencimu, dan lagi malam menjadi semakin panjang
Itu sungguh malam yang sepi
Aku tak bisa tidur, setiap malam seperti ini oh
Hari berlalu
Bahkan meski esok pagi yang cerah datang
Itu sungguh malam yang sepi
Aku bahkan masih merindukanmu
Merindukanmu, sayang






0 Comments:
Post a Comment