Kenapa kau selalu merenung?
Mungkin aku harus menjadi berani hari ini
Hitung sampai empat dan ambil napas dalam-dalam
Perlahan-lahan, perlahan-lahan, maukah kau datang padaku?
Saat aku melihatmu dengan jantung berdebar kencang
Kenapa aku selalu mengabaikannya?
Jujur, aku malu dengan perasaanku tentangmu
Aku mabuk cinta seorang diri
Saat aku melihat bintang yang berkelap-kelip
Tanpa sadar, aku membayangkan wajahmu
Sekali lagi, aku bertekad untuk jadi berani di esok hari
Ya, ku mohon akuilah itu
Kenapa saat di hadapanku kau membeku seperti es?
Kenapa kau seperti permen kapas yang meleleh?
Hitung sampai dua lagi dan ambil napas dalam-dalam
Dengan hati-hati, maukah kau tersenyum dan memberi tahuku?
Saat aku melihatmu dengan jantung berdebar kencang
Kenapa aku selalu mengabaikannya?
Jujur, aku malu dengan perasaanku tentangmu
Aku mabuk cinta seorang diri
Saat aku melihat bintang yang berkelap-kelip
Tanpa sadar, aku membayangkan wajahmu
Sekali lagi, aku bertekad untuk jadi berani di esok hari
Ya, ku mohon akuilah itu
Ya, kau masih tak punya bintang
Jika kau menunjukkannya padaku, surga yang kau janjikan padaku
Aku tak ingin oksigen
Aku tak ingin bikini
Aku hanya ingin martini yang bening
Lagi
Ya, kau masih muda
Aku tak berharap banyak darimu
Katakan saja
Aku tak akan mengatakan apa-apa lagi
Karena aku membiarkanmu tahu akan semua ini
Itu seorang Ratu, Yo!
Seperti matamu yang berbinar
Apakah kau akan memberi tahuku soal pengakuan malu-malumu?
Saat aku melihatmu dengan jantung berdebar kencang
Kenapa aku selalu mengabaikannya?
Jujur, aku malu dengan perasaanku tentangmu
Aku mabuk cinta seorang diri
Saat aku melihat bintang yang berkelap-kelip
Tanpa sadar, aku membayangkan wajahmu
Sekali lagi, aku bertekad untuk jadi berani di esok hari
Ya, aku mohon akuilah itu






0 Comments:
Post a Comment