Karena dirimu, aku belajar apa itu dusta nan putih
Karena dirimu, aku belajar apa itu dusta nan putih
Karena dirimu, aku belajar apa itu dusta nan putih
Mengapa kau membuatku begitu sedih?
Orang bilang waktu itu adalah obat
namun setengah kepalaku dipenuhi dengan kerinduan
Alkohol adalah obat penghilang rasa sakitku, karna itu hari ini aku meminumnya
Kau seperti sebuah siksaan di kepalaku ini
Semakin aku mencoba membersihkanmu, semakin banyak debu yang terbentuk
Begitulah caraku melihat kenangan kita
Keputusasaan yang meresap lebih dalam ini menjadi begitu alami
Aku berusaha keras untuk berpura-pura seolah aku baik-baik saja di depan teman-temanku
Karena aku sudah terbiasa dengan air mata
Itu muncul di mataku tanpa ku sadari
Memintamu untuk jangan pergi
Supaya aku bisa menghapus tempat kosongmu
Seolah ingin memamerkannya kepadamu
Karena dirimu, aku belajar apa itu dusta nan putih
Kau bilang kau pergi karena kau mencintaiku setiap hari
Kau bilang cinta kita ada di sini karena keberadaan kita
Namun mengapa kau membuatku begitu sedih?
Betapa bodohnya diriku ini
Saat panggilanmu menjadi semakin jarang
Saat kita begitu dekat seakan tak ada yang salah
Sekarang setiap kali aku memikirkannya, aku sungguh merasa malu
Sekarang sepertinya aku tahu
Wajahmu begitu gelap
Aku begitu frustrasi
Kata-kata dinginmu, matamu yang menghindariku
Lebih baik janganlah kau menangis dan menjadi lebih menyedihkan
Karena aku sudah terbiasa dengan air mata
Itu muncul di mataku tanpa ku sadari
Kau, ku mohon kembalilah
Supaya aku bisa menghapus tempat kosongmu
Seolah ingin memamerkannya kepadamu
Sekarang tak lagi
“Kau sungguh gadis yang luar biasa”
"Kau sungguh gadis terbaik dalam hidupku"
Sekarang aku melihat ke belakang, semua itu hanyalah dusta nan putih
Aku tak ingin menunjukkan air mataku
Karena aku tak ingin terlihat menyedihkan
Namun sekarang aku bahkan tak bisa menyembunyikannya
Sekarang sepertinya aku tahu apa yang terpenting
Itulah perbedaan perasaan kita
Aku sudah menyerah saat lagu ini dimulai
Sudah lama sejak aku mengambil keputusan
Fotomu, bahkan jejak kakimu
Sekarang beginilah caraku menghadapi perpisahan ini
Mempraktikkan cara mengeluarkan diriku darimu
Sekarang akhirnya aku baik-baik saja
Akupun berharap kau kan baik-baik saja
Karena aku sudah terbiasa dengan air mata
Itu muncul di mataku tanpa ku sadari
Memintamu untuk jangan pergi
Supaya aku bisa menghapus tempat kosongmu
Seolah ingin memamerkannya kepadamu
Karena dirimu, aku belajar apa itu dusta nan putih
Kau bilang kau pergi karena kau mencintaiku setiap hari
Kau bilang cinta kita ada di sini karena keberadaan kita
Namun mengapa kau membuatku begitu sedih?
Karena dirimu, aku belajar apa itu dusta nan putih
Kau bilang kau pergi karena kau mencintaiku setiap hari
Kau bilang cinta kita ada di sini karena keberadaan kita
Namun mengapa kau membuatku begitu sedih?






0 Comments:
Post a Comment