Setelah lampunya padam
Asap redup mulai meledak
Dan di dalamnya, aku melihat matamu
Meskipun kau bertingkah seolah tak tahu
Kenapa kau begitu?
Oh ... XTC
Hanya kesunyian yang biasa menyelimutiku
Karena itu meyakinkan keinginanku yang tengah kelaparan
Pegang tanganku yang aku sembunyikan, sekarang
Oh ... XTC
Minumlah saat tidur dengan perasaan begitu tinggi
Basahi tubuhmu, sentuh hatimu, penuhilah nalurimu
Kau adalah XTCku, kau adalah XTCku
Telan rasa sakit, sembunyikan luka, sambutlah kesenangan
Kau adalah XTCku, kau adalah XTCku
Bangkit seperti bola api
Mengalir seperti arus, darahku
Itu naik ke jendela seperti bulan
Menusuk cacat nan fatal
Diminum dengan rasa sakit sampai terasa begitu kejam
Aku memegang tanganmu yang aku impikan, sekarang
Oh ... XTC
Basahi tubuhmu, sentuh hatimu, penuhilah nalurimu
Kau adalah XTCku, kau adalah XTCku
Telan rasa sakit, sembunyikan luka, sambutlah kesenangan
Kau adalah XTCku, kau adalah XTCku
Benar, benar, tak apa-apa yeah
Api yang berkobar
Tak bisa mengembalikkan malam ini
Ini adalah penerbangan malam yang sempurna
Seperti burung yang terperangkap di rawa, kau tak bisa menemukanku
Jangan tanya! Tak ada pertanyaan!
Jangan tanya! Tak ada pertanyaan!
Seperti hari yang berubah menjadi gelap, aku tak bisa mengeluarkanmu
Jangan tanya! Tak ada pertanyaan!
Jangan tanya! Tak ada pertanyaan!
Minumlah, rasanya itu melanggar batasanmu
Berikan aku cintamu
Berikan aku hatimu
Beri aku apa yang aku mau
Kau adalah XTCku, kau adalah XTCku
Berikan aku cintamu
Berikan aku hatimu
Beri aku apa yang aku mau
Kau adalah XTCku, kau adalah XTCku






0 Comments:
Post a Comment