Lagi, saat malam aku kembali berjalan seorang diri
Apakah suatu hari nanti aku bisa mencapai dirimu?
Karna itu aku hanya berharap
Disini, di dalam hati ini
Aku hanya melihat sedikit harapan di dalam kepalan tanganku
Di atas kepalaku, itu menyinariku
Cahaya bulan yang berkelap-kelip
Jika kau melihat ketakutan yang mengaduk-aduk seisi hatiku
Itu adalah hari yang tiada berujung
Selalu sama, itu adalah waktu yang lambat
Aku pikir itu akan membangunkanku seperti mimpi
Itu terukir di bulan, hati yang menyedihkan
Bahkan semua hari yang menyedihkan ini
Aku yang berada di ujung jalan ini
Bersama denganmu, aku tersenyum di jalan ini
Itu terukir di dalam hati, cahaya bulan yang hangat itu
Bahkan hati yang menjadi pelipur lara itu
Aku berharap kau akan menungguku
Dan aku berharap kita akan bersama lagi
Di gang sempit yang kini telah menghilang
Tanpa berhenti aku berjalan dan terus berjalan
Tuk sesaat aku memalingkan kepalaku
Cukup, aku ingin berhenti
Aku ingin menutup mataku seperti ini
Itu menutupi seluruh tubuhku
Cahaya bulan yang memancar
Itu bahkan sampai ke dalam hatiku
Jika kau mendekapku dalam pelukanmu
Seolah aku menggenggam harapan yang kian membesar
Aku akan menyinarimu dan membuatmu terpesona
Itu terukir di bulan, hati yang menyedihkan
Bahkan semua hari yang menyedihkan ini
Aku yang berada di ujung jalan ini
Bersama denganmu, aku tersenyum di jalan ini
Itu terukir di dalam hati, cahaya bulan yang hangat itu
Bahkan hati yang menjadi pelipur lara itu
Aku berharap kau akan menungguku
Dan aku berharap kita akan bersama lagi
Langkah nan melelahkan, itu terhenti di bawah rembulan
Suatu saat nanti aku akan sampai padamu
Jika sang fajar kembali datang
Di sini, aku berharap hanya akan ada dirimu untukku
Dan aku berharap kita akan bersama lagi






0 Comments:
Post a Comment