Waktu berlalu
Sepertihalnya mimpiku, siang dan malam
Itu membakar leherku untuk sesaat
Aku mengosongkan semua kenanganku
Ini seperti sebuah drama tanpa skenario
Itu adalah akhir yang tak terpikirkan
Tumpukan debu yang menutupi kenangan lamaku
Sekarang aku menghancurkan impianku, sekarang
Mundurlah, aku menelan malam-malam yang kelam
Sekarang aku memiliki cahaya merah matahari yang ku ambil
Di dinding itu, dalam pancaran fajar nan dingin
Saat aku memandangi bulan yang kesepian, kekaguman menutupi wajahku
Seolah itu dicat dengan warna hitam
Kepalaku terbakar dan dipenuhi tanda tanya, aku menyalahkan diriku sendiri
Sekarang, kau, berlarilah menuju jawaban yang tak terlihat itu
Pikiranku bergejolak, namun di dalam diriku terasa frustasi
Sekarang, itu adalah pertaruangan untuk hari esokku
Sekarang keadaanku normal, seolah kemarin aku melihat masa depanku, yeah
Tersenyum pelan dan mendesah pada seseorang
Sekarang seolah aku sedang melihat diriku sendiri hari ini, keheningan tuk sesaat
Angin yang menerjangku membuatku berjalan semakin lambat
Membuatku muncul dengan petualangan ini
Aku mohon berilah aku waktu sebentar untuk tidur
Seperti jawaban salah yang memperburuk hidupku, tunjukanlah jawabannya padaku
Apa yang aku lihat sekarang, itu semua adalah bohong belaka
Seolah bolak-balik, tetap berada di saat yang sama
Lagu kami merah membara di bawah langit biru nan gelap
Badai pasir nan kasar menghalangi lagu kami yang merah membara
Paus yang berburu mangsanya yang beterbangan
Meski begitu aku tak bisa memberinya makan, seperti itulah aku pada awalnya
Bebatuan disana sini
Saat terbang, aku menebas semuanya dengan sebilah pisau
Aku membuat gunung yang tinggi dengan butiran debu
Aku akan mengembalikan semuanya
Kemarahan yang diletakkan dalam cerek yang mendidih
Angkatlah itu, hari-hari saat kau terkurung dalam amarah
Aku berharap kemarahan itu adalah bunga
Aku berharap itu adalah hamparan bunga, bukan lautan api
Di jalanan, iblis membuat kekacauan
Otakku mengambang diantara udara yang rumit
Seekor burung yang terbang tinggi menyambar otakku itu
Aku terbang dengan menaiki punggung burung itu
Aku akan melihat ke belakang
Sebenarnya, aku akan melihat kembali ke masa depan
Biarkan aku memeriksa perkembangannya
Setan yang mencoba mencekik jalan menuju kesuksesan
Aku akan menantikan laut
Laut yang terlupakan, yang ku sebut "sejarah"
Gelombang dahsyat itu tengah mengamuk
Menghancurkan labirin kenangan yang ingin aku lihat
Karna itu, aku harus menyerah
Namun sungguh, bisakah aku menyerah
Kita hidup dalam sebuah ruang dan waktu, dunia yang penuh dengan tirai
Itu membuatku ingin menyerah
Namun sekali lagi, tidak, aku tak boleh menyerah
Aku merasakannya di dalam diriku, aku tak ingin menyerah
Kita hidup dalam sebuah ruang dan waktu, dunia yang penuh dengan tirai
Sekarang aku sudah merasa cukup
Meminta bantuan, di komidi putar ini
Hidup itu seperti tantangan atau keadilan yang terbuka
Aku hanya ingin memberi tahu, memberi tahu sebuah benteng
itu adalah mimpi
Keagungan, api unggun,
Singkirkan file lama, bakarlah
Naik lebih tinggi, menjadi liar dan kejarlah aku
Mimpi
Itulah sebabnya aku
Jangan pernah menyerah
Jangan pernah menyerah
Dengarlah kata-kataku, aku sedikit berbeda
Jangan pernah menyerah
Jangan pernah menyerah
Jangan pernah menyerah
Lihatlah hari esok dan berlarilah
Jangan pernah menyerah






0 Comments:
Post a Comment