Untuk mengutarakan suasana hatiku dalam kata-kata, aku termenung
Untuk mengutarakan hatiku dalam kata-kata, aku termenung
Untuk mengutarakan perasaanku dalam kata-kata, aku termenung
Termenung, termenung, termenung, termenung 4:44
Aku tak ingin menangis
Aku tak ingin tertawa
Aku tak bisa tidur
Aku terus membencimu, yang telah pergi
Dimana letak kesalahan kita?
Saat kau bilang kau mencintaiku, aku yakin kau bersungguh-sungguh
Tapi mengapa air mata terus menetes?
(Katakan padaku, peluklah aku) aku mohon
Untuk mengutarakan suasana hatiku dalam kata-kata, aku termenung
Untuk mengutarakan hatiku dalam kata-kata, aku termenung
Untuk mengutarakan perasaanku dalam kata-kata, aku termenung
Termenung, termenung, termenung, termenung 4:44
4:44
4:44
Semakin aku menutup mata, kau menjadi semakin jelas
Karena itu, aku membuka mata
(Karena itu, aku membuka mataku)
Setelah pertarungan tiada akhir
Dengan malam yang terus semakin lama
Aku menyalakan lampu
(Menyalakan lampu)
Sekarang aku sendiri
Tapi kau masih hidup dalam pikiranku
Itu menggangguku sekarang
(Apa yang harus aku lakukan)
Aku harus bertahan pada akhirnya
Lalu aku mendapati diriku menangis
Ini adalah akhir ceritanya
Dimana letak kesalahan kita?
Saat kau bilang kau mencintaiku, aku yakin kau bersungguh-sungguh
Tapi mengapa air mata terus menetes?
(Katakan padaku, peluklah aku) aku mohon, aku mohon
Untuk mengutarakan suasana hatiku dalam kata-kata, aku termenung
Untuk mengutarakan hatiku dalam kata-kata, aku termenung
Untuk mengutarakan perasaanku dalam kata-kata, aku termenung
Termenung, termenung, termenung, termenung 4:44
Dengan kosong, kosong, kosong
Begitulah caraku menatap pada saat itu, sekarang jam 4:44
Dengan diam, diam, diam
Begitulah caraku menatap pada saat itu, sekarang jam 4:44






0 Comments:
Post a Comment