Aku tak bisa menggerakkan satupun jariku
Aku tak bisa merasakan apapun selain tubuhku
Setelah kekasihku pergi, itu akhirnya datang padaku
Pedihnya hidup tanpa dirimu
Bahkan saat bermimpipun, air mataku mengalir
Aku benci cahaya, aku memasang tirai tebal di atasnya
Setelah kekasihku pergi, aku mengetahuinya
Rasa sakit luar biasa di dadaku
Hanya memberimu cinta, hanya memberimu kebahagiaan
Itu adalah cinta yang kita mulai dengan membabi buta
Jika hanya rasa sakit yang ku berikan, maka rasa sakit pula yang kan ku terima
Itu terasa begitu melelahkan untuk saling menjaga satu sama lain
Aku ingin memelukmu, namun aku tak bisa
Aku mencintaimu sampai pada titik ini, namun
Aku tahu akhirnya, cinta yang kian menyayat hati ini
Ini adalah sakit yang begitu mematikanku
Hanya memberimu cinta, hanya memberimu kebahagiaan
Itu adalah cinta yang kita mulai dengan membabi buta
Jika rasa sakit yang ku berikan, maka rasa sakit pula yang kan ku terima
Itu terasa begitu melelahkan untuk saling menjaga satu sama lain
Aku ingin memelukmu, namun aku tak bisa
Sekarang kau bukan lagi kekasihku
Aku tahu akhirnya, cinta yang kian menyayat hati ini
Itu adalah penyakit yang lebih dalam daripada kematian
Cintaku yang begitu menyakitkan






0 Comments:
Post a Comment