Seperti aroma angin yang melewatiku dengan kebetulan
Hatiku yang membeku, itu mengingatmu
Datanglah padaku dengan perlahan
Dirimu, dirimu, dirimu
Kau tak pernah pergi dari ingatanku
Cinta yang sulit bagiku, yang membuatku menjadi bodoh
Itu selalu berhembus di sisiku
Jadilah aroma yang meresap padaku
Seperti takdir, seperti sorot mata yang pertama kalinya bertatapan denganmu
Hatiku yang gemetar ini, itu mengingat dirimu
Perlahan-lahan penuhilah diriku lagi
Dirimu, dirimu, dirimu
Kau tak pernah pergi dari ingatanku
Cinta yang sulit bagiku, yang membuatku menjadi bodoh
Itu selalu berhembus di sisiku
Jadilah aroma yang meresap padaku
Seperti sekarang, kau, genggamlah tanganku ini
Datanglah seolah itu sebuah kebetulan, dirimu yang seperti takdir
Sekarang aku ingin bersandar padamu
Cinta yang hanya satu-satunya
Cinta yang sulit bagiku, yang membuatku menjadi bodoh
Meski waktu lama berlalu
Jadilah aroma yang meresap padaku
Kau tak pernah pergi dari ingatanku






0 Comments:
Post a Comment