Matamu yang tenang, itu lebih dalam dari sebuah danau
Saat kau mengatakan kata yang sedih, itu menerjangku seperti sebuah gelombang
Berada di sisimu, itu seperti berjalan melewati hutan nan hijau
Aku bahkan tak bisa merasa lelah
Aku menyukai saat ini dan mencoba tuk menantikan keabadian
Akankah suatu saat nanti kau kan kembali padaku?
Tak apa-apa, meski sesekali dengan suara lirihmu itu
Perdengarkanlah lagumu itu padaku
Sampai aku bisa semakin mencintaimu
Aku sudah menjaganya seorang diri untuk waktu yang lama
Sebelum hati ini layu
Genggamlah tanganku, sampai aku tak merasa lelah
Kau mengambil semua hal tentang diriku
Senyumanmu yang berkilau, itu lebih terang daripada matahari
Itu menyinari hidupku dan bahkan mewarnai seluruh duniaku
Aku tak bisa melihat apa-apa
Kegelapan nan pekat, semuanya menghilang
Aku memimpikan hari esok yang begitu mempesona
Aku menyukai saat ini dan mencoba tuk menantikan keabadian
Akankah suatu saat nanti kau kan kembali padaku?
Tak apa-apa, meski sesekali dengan suara lirihmu itu
Perdengarkanlah lagumu itu padaku
Sampai aku bisa semakin mencintaimu
Aku sudah menjaganya seorang diri untuk waktu yang lama
Sebelum hati ini layu
Genggamlah tanganku, sampai aku tak merasa lelah
Bahkan jika itu adalah sekuntum bunga tanpa aroma, wo
Itu sudah cukup karena kau begitu dicintai
Meski dengan suaramu yang dingin, meski tuk terakhir kalinya, tak apa-apa
Perdengarkanlah lagumu itu padaku
Supaya aku bisa menjalani hidupku
Aku sudah menjaganya seorang diri untuk waktu yang lama
Sebelum hati ini layu
Genggamlah tanganku, sampai aku tak merasa lelah
Kau mengambil semua hal tentang diriku
Kau mengambil semua hal tentang diriku






0 Comments:
Post a Comment