Aku suka musim ini yang menyerupai suhu tubuhmu
Karena anginnya berhembus seperti halnya desah nafasmu
Es latte yang pekat, esnya yang bening
Sensasinya meleleh di dalam mulutku
Seperti inilah musim panas yang indah ini datang
Iramanya berpadu di dalam suara detak jantungku
Seolah aku selalu berada di dalam pelukanmu yang hangat (Selalu selalu)
Aku tak butuh jalan-jalan yang terlalu jauh
Saat-saat aku bergandengan tangan denganmu
Lautan terhampar di penghujung langkah kaki kita
Sayang, jangan lepaskan
Saat-saat yang sempurna ini
Aku tak ingin melepaskanmu meski tanganku ini berkeringat oh
Sayang, jangan lepaskan
Selama 365 hari
Musim panas kita berdua ini, itu tak akan berakhir
Seperti jam 2 siang
Di dalam sorot matamu yang panas itu
Keraguan menghilang dengan penuh hati-hati
Kau dan aku berada di atas pasir nan putih
Diantara kedua perasaan yang meluap-luap
Gelombang biru itu datang
Itu masuk di dalamnya tanpa terkecuali
Garis yang ku ukir semuanya menghilang seperti pasir (no way, no way)
Aku kembali melangkah ke arahmu
Saat ke dua mata kita beradu pandang
Kapanpun, dimanapun, itu adalah surga musim panas
Sayang, jangan lepaskan
Saat-saat yang sempurna ini
Aku tak ingin melepaskanmu meski tanganku ini berkeringat oh
Sayang, jangan lepaskan
Selama 365 hari
Musim panas kita berdua ini, itu tak akan berakhir
Bersinar dengan tak biasa
Seperti cahaya bintang di malam musim panas
Hatiku tercurah kepadamu
Semua malam-malamku
Itu mengalir seperti malam tropis
Kau berada dalam pelukanku
Sayang, jangan lepaskan
Bahkan di malam hari saat matahari terbenam
Peluklah aku supaya suhu panas ini tak akan mendingin oh
Sayang, jangan lepaskan
Sekarang, semuanya sudah cukup
Kau dan aku, bahu kita saling bersentuhan
Kau dan aku, kita berjalan berdampingan
Aku hanya ingin kau ada di sisiku






0 Comments:
Post a Comment