Aku bahkan merindukan senyuman tak berdosa itu
Itu adalah sebuah penyakit yang seperti kebiasaan
Seperti inilah dalam penantianku setiap hari
Hari inipun aku kembali layu
Sesekali sepertinya aku mendengar kabar tentangmu
Itu hanya harapanku yang sia-sia belaka
Terkadang aku melihatmu di foto itu
Aku berpikir, apakah itu orang yang ku temui?
Itu mulai memudar
Waktu yang aku habiskan bersamamu
Itu mulai berlalu
Begitulah adanya, musim yang dulu kita temui
Kau mulai menjauh
Aku pikir kau berada di tempat yang bisa ku raih
Sebenarnya, setiap hari
Itu seperti bunga yang mati
Perlahan-lahan mulai layu
Terkadang kenangan kita tersenyum padaku
Sebenarnya itu sungguh tak masuk akal
Apa yang begitu panas saat itu?
Aku hanya belajar untuk menutupi kebenaran
Itu mulai memudar
Waktu yang aku habiskan bersamamu
Itu mulai berlalu
Begitulah adanya, musim yang dulu kita temui
Kau mulai menjauh
Aku pikir kau berada di tempat yang bisa ku raih
Sebenarnya, setiap hari
Itu seperti bunga yang mati
Sama seperti dirimu
Yang pergi kian menjauh
Aku baik-baik saja
Sebenarnya, setiap hari aku begitu layu adanya
Air matamu
Dan juga sorot matamu itu
Aku tak bisa hidup tanpa semua itu
Itu pasti sekuntum bunga
Aku tak bisa hidup tanpa dirimu
Sepertinya aku mulai menjadi bodoh
Hari inipun seperti ini
Hari demi hari
Hari-hari berlalu dengan begitu bodohnya
Aku mulai layu karena dirimu






0 Comments:
Post a Comment