Pada hari di mana angin terasa dingin, aku memanggil namamu
Nama yang aku tak tahan untuk mengatakan sebelumnya, sekarang aku memanggilnya
Bahkan setelah waktu terus berlalu, semuanya tetap sama
Karna itu aku selalu berada di tempat yang sama
Aku merindukanmu, aku merindukanmu karna itulah air mata menetes
Aku masih sama
Karena aku masih belum menghapus ingatanku akan dirimu
Aku perlahan-lahan mulai merasa lelah karenanya
Semua yang aku lakukan adalah untuk bersamamu
Karena itu aku hanya memikirkanmu
Aku merindukanmu, aku merindukanmu karna itulah air mata menetes
Aku masih sama
Karena aku masih belum menghapus ingatanku akan dirimu
Aku perlahan-lahan mulai merasa lelah karenanya
Dalam kenangan indah, aku mengingatmu
Hari ini aku semakin merindukanmu, apa yang harus aku lakukan?
Aku merindukanmu, aku merindukanmu karna itulah air mata menetes
Aku masih sama
Karena aku masih belum menghapus ingatanku akan dirimu
Aku perlahan-lahan mulai merasa lelah karenanya
Nama yang aku tak tahan untuk mengatakan sebelumnya, sekarang aku memanggilnya
Bahkan setelah waktu terus berlalu, semuanya tetap sama
Karna itu aku selalu berada di tempat yang sama
Aku merindukanmu, aku merindukanmu karna itulah air mata menetes
Aku masih sama
Karena aku masih belum menghapus ingatanku akan dirimu
Aku perlahan-lahan mulai merasa lelah karenanya
Semua yang aku lakukan adalah untuk bersamamu
Karena itu aku hanya memikirkanmu
Aku merindukanmu, aku merindukanmu karna itulah air mata menetes
Aku masih sama
Karena aku masih belum menghapus ingatanku akan dirimu
Aku perlahan-lahan mulai merasa lelah karenanya
Dalam kenangan indah, aku mengingatmu
Hari ini aku semakin merindukanmu, apa yang harus aku lakukan?
Aku merindukanmu, aku merindukanmu karna itulah air mata menetes
Aku masih sama
Karena aku masih belum menghapus ingatanku akan dirimu
Aku perlahan-lahan mulai merasa lelah karenanya






0 Comments:
Post a Comment