Saat cahaya bintang mengitari bukit yang rendah,
Tak peduli seberapa jauhnya itu, aku akan berada di sana
Saat sesuatu membisikkan namamu,
Aku berdo'a agar semua ini akan hancur adanya
Siapakah gerangan yang bisa membekukan sang ombak?
Siapakah gerangan yang bisa membuat bekas luka ini menghilang?
Tak ada yang bisa mencintaimu sepertihalnya diriku. Aku tak bisa membencimu
Setiap serpihan namamu yang datang kepadaku
Itu menyerangku dan berubah menjadi rasa sakit yang kian menusuk
Aku menghentikan angin dan menahan nafas
Aku berbalik sampai aku duduk terdiam lalu tersenyum
Wahai tuhan yang belas kasih, bukakanlah jalan untukku tuk melarikan diri
Cinta, apakah kau memiliki cinta yang semestinya tak kau lakukan?
Mundur selangkah, iblis meletakkan tangannya di salah satu sisi pundakku
Awan nan hitam, itu berada dalam badai yang bertiup kencang
Siapakah gerangan yang bisa membekukan api yang tengah membara?
Siapakah gerangan yang bisa membuat sekuntum bunga nan patah menari-nari?
Tak ada yang bisa menjelaskan dirimu seperti halnya diriku. Aku tak bisa mengerti dirimu
Setiap serpihan namamu yang datang kepadaku
Itu menyerangku dan berubah menjadi rasa sakit yang kian menusuk
Aku menghentikan angin dan menahan nafas
Aku berbalik sampai aku duduk terdiam
Saat aku menyentuhmu, saat aku memelukmu, aku merasa seolah aku hidup
Meski dunia hancur dan terguncang sekalipun, kau tertawa di tengah amukan badai
Saat cahaya bintang mengitari bukit yang rendah,
Aku berharap agar semua ini akan hancur adanya






0 Comments:
Post a Comment