Akhir-akhir ini waktu terasa begitu aneh
Beberapa hari ini aku menjalani hidup dalam hari-hari perpisahan
Saat angin sepoi-sepoi masuk melalui celah jendela
Aku pikir itu adalah nafasmu yang datang
Sepucuk surat yang padang akhirnya tak terbaca
Seikat bunga yang telah layu dalam sebuah buket
Itu adalah sebuah peristiwa yang paling menyedihkan yang pernah ku terima
Aku pergi untuk membawa musim semi
Namun aku masih berada di penghujung musim dingin tempo hari
Dengan perlahan aku mencoba tuk mengantarnya
Selaamt tinggal, untuk sesaat
Sebuah julukan yang ku berikan padamu
Kebahagiaanku sendiri, sampai kesedihanku
Sekarang itu bukanlah milikku lagi
Akankah aku merasa tenang?
Akankah aku baik-baik saja sendirian?
Akhir-akhir ini waktu terasa begitu aneh
Beberapa hari ini aku menjalani hidup dalam hari-hari perpisahan
Langit malam yang terus menatapku dengan penuh kesabaran
Itu menyerupai tatapan matamu
Meski hanya dengan menoleh aku bisa menemuimu
Namun aku hampir melihatmu saat aku menutup mata
Seberapa menyilaukannya kah dirimu
Sampai aku mengernyitkan dahiku seperti ini?
Berapa banyak jejakku yang sudah kau temukan sejauh ini?
Bahkan jika kau memikirkanku, apakah kau berpura-pura melakukan sesuatu yang lain sehingga dia tidak menyadarinya?
Kenangan menjadi yang paling jelas saat semuanya akan dilupakan dan dilewati
Hari-hari di saat kau merawatku saat aku sakit
Beberapa hari saat kita merencanakan pernikahan kita untuk bersenang-senang
Aku pikir kau sedang mempersiapkan untuk akhirnya
Aku adalah orang bodoh yang kau beri ide tanpa jiwa untuk selamanya
Bagaimana mungkin detak jantungku bertambah kuat dari sebelumnya?
Namun itu bukanlah sebuah debaran, itu adalah kecemasan
Karna itu kau membiarkan kami pergi dan aku tak mengetahuinya
Aku mencari alasan dan penyebabnya
Namun akulah yang menjadi alasan dan penyebabnya
Akhir-akhir ini waktu terasa begitu aneh
Beberapa hari ini aku menjalani hidup dalam hari-hari perpisahan
Ya, aku memang menyedihkan
Biarkan aku menepati janjiku untuk tak meninggalkanmu
Dalam pesan teks kita, masih ada percakapan yang bagus
Di ibu jariku, masih ada jejak air matamu yang menetes
Suara terakhirmu yang mengatakan bahwa kau harus pergi masih tetap terngiang
Semuanya masih di tempat yang sama






0 Comments:
Post a Comment