Apakah kau mendengarnya?
Air mata menetes bahkan dalam angin yang bertiup
Sepanjang hari, aku membayangkanmu, aku merindukanmu
Apakah kau mendengarnya?
Waktu yang berserakan kini kembali lagi
Menyambut diriku yang hampa, aku merindukanmu
Beri aku satu hari lagi
Kau adalah hari kemarinku
Aku mohon tetaplah di sampingku
Hari ini tanpamu begitu menyakitkan
Jika kau kembali seperti kemarin
Aku akan tersenyum seperti yang pertama kali
Mengisi baris dengan pengakuan yang belum ku katakan
Sepanjang hari, aku membayangkanmu, aku merindukanmu
Beri aku satu hari lagi
Kau adalah hari kemarinku
Aku mohon tetaplah di sampingku
Hari ini tanpamu begitu menyakitkan
Jika kau kembali seperti kemarin
Aku akan tersenyum seperti yang pertama kali
Jika aku terus membayangkanmu, akankah kau datang padaku?
Jika aku terus mengharapkanmu, akankah kau datang?
Aku tak bisa melakukan ini, bahkan untuk satu atau dua detik
Hari-hariku hancur
Tak ada artinya lagi
Kau adalah hari kemarinku
Aku mohon kembalilah dan tetaplah di sini
Tak ada jawaban yang begitu menyakitkan
Datanglah padaku hari ini dan peluklah aku
Seolah-olah itu mimpi, aku tak akan pernah bisa bangun lagi
Kau adalah hari kemarinku
Kau adalah hari kemarinku






0 Comments:
Post a Comment