Aku mencoba menutup kedua mataku karna cahaya matahari
Dalam kehangatan yang aku rindukan hatiku yang lelah mulai mencair
Bahkan jika itu adalah jalanan yang penuh duri
Tangan yang ku genggam ini, aku takkan melepaskannya
Di bukit yang hijau itu, di saat fajar
Seperti embun yang turun sepanjang malam, seolah semuanya beterbangan
Begitu banyak air mata di hari yang menyedihkan itu
Itu akan menjadi sebuah jalan dan begitu berarti. Pada hari yang penuh harapan,
Bahkan jika angin yang kasar berhembus
Seperti ini, sekuntum bunga tak akan pernah layu untuk selamanya
Dengan cahaya langit yang tak akan pernah memudar lagi
Bahkan dalam kegelapan, aku takkan membiarkanmu ketakutan lagi
Saat matahari terbenam dan rembulan mulai terbit
Hati yang merindu, aku menyulamnya di langit malam
Rasa sakit karna aku tak bisa bersamamu lagi
Itu akan menjadi bintang dan menyilaukan kedua mataku
Bahkan jika angin yang kasar berhembus
Seperti ini, sekuntum bunga tak akan pernah layu untuk selamanya
Dengan cahaya langit yang tak akan pernah memudar lagi
Bersinarlah dengan terang, bersinarlah lebih terang lagi
Di masa depan yang jauh, semua kenangan ini
Selamanya, kau akan menjadi bunga di jalanku ini
Sambil aku mengatakan kata yang terkubur dalam kesedihan itu dengan keras
Bahkan tak sesaatpun, aku berharap untuk melepaskannya
Hari-hari itu






0 Comments:
Post a Comment